Analisa Usaha Tepung Mocaf

Analisa Usaha Tepung Mocaf
Analisa Usaha Tepung Mocaf

Proses Pembuatan Tepung Mocaf

  • Untuk pemilihan singkong sebagai bahan baku utama, pilih berdasarkan warna dan juga kesegarannya. Mocaf yang baik dapat dihasilkan dari singkong yang berumur cukup yakni 8 hingga 12 bulan. Singkong yang segar adalah singkong yang baru dipanen sehari sebelumnya.
  • Bentuk dan juga tekstur singkong tidak boleh cacat dan tidak memiliki bercak berwarna hitam, agar tepung yang dihasilkan berwarna putih bersih.
  • Singkong dikupas hingga ke bagian kulit dalam dan diusahakan sebiasa mungkin tidak banyak daging singkong yang terbuang.
  • Singkong yang telah dikupas sesegera mungkin dimasukkan ke dalam bak pencucian dengan tujuan agar tidak mengalami kerusakan dan mengalami perubahan warna.
  • Cuci singkong dengan menggunakan air agar kotoran-kotoran dan juga lendir-lendir yang melekat pada permukaan singkong menjadi bersih.
  • Pencucian dilakukan dalam dua bak pencucian, dimana bak yang pertama sebagai pencucian awal, sedangkan bak yang kedua untuk pembilasan akhir, agar kebersihan singkong dapat lebih terjamin.
  • Iris singkong dengan ketebalan sekitar 1 – 1.5 mm.
  • Proses pemotongan ini dilakukan untuk mempermudah proses yang selanjutnya, yaitu proses pengeringan dan juga penepungan.
  • Pisau slicer harus selalu tajam, agar menghasilkan chip yang baik dan tidak mudah hancur.
  • Masukan irisan singkong kedalam karung.
  • Masukan karung berisi irisan singkong ke dalam bak rendaman yang berisi air yang sudah diberi enzim fermentasi.
  • 1 kg enzim fermentasi dilarutkan pada 1 m3 air untuk 1,000 kg
  • Pastikan seluruh karung terendam air.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi sekitar 12 – 72 jam, jika perendaman dilakukan lebih dari 24 jam, maka setiap 24 jam air perendaman harus diganti dengan yang baru.
  • Setelah proses fermentasi selesai, pindahkan karung yang berisi irisan singkong ke dalam bak penggaraman, dan rendam selama 10 – 30 menit.
  • Bak penggaraman berisi air yang telah dicampur dengan garam (2 sendok makan perkubik air)
  • Penggaraman dilakukan untuk mencuci dan menghentikan pertumbuhan mikroba lebih lanjut.
  • Angkat dan tiriskan.
  • Proses penirisan dapat dibantu dengan mesin press.
  • Proses penirisan ini dilakukan untuk mengurangi kadar air setelah perendaman, sehingga mempermudah dalam proses pengeringan.
  • Keluarkan irisan singkong dari dalam karung, lalu jemur di bawah sinar matahari selama 4 hari.pengeringan bertujuan untuk menurunkan kadar air dari singkong hingga 12 persen, dengan jalan penguapan tanpa merusak jaringan aslinya, sehingga aman untuk disimpan.
  • Untuk menghasilkan kualitas tepung yang lebih baik, proses pengeringan dapat dilanjutkan dengan menggunakan mesin pengering.
  • Setelah dikeringkan, masukan irisan singkong ke dalam karung dan simpan di tempat yang kering.
  • Beri alas pada karung, agar tidak lembab.

Proses Penepungan

  • Masukan irisan singkong kering ke dalam mesin penggiling.
  • Tepung hasil penggilingan diayak untuk menghasilkan tepung sesuai standar (ukuran saringan antara 80 – 100 mesh).
  • Tepung mocaf yang tidak lolos dari ayakan akan dikembalikan lagi ke proses penggilingan untuk dihaluskan kembali.
  • Tepung siap dikemas.

 

Selanjutnya —> Analisa Usaha Tepung Mocaf