Tren Keamanan Siber yang Wajib Diwaspadai, Hati – Hati!

Tren Keamanan Siber
Tren Keamanan Siber

Meski demikian banyak pelaku kejahatan siber yang tidak tinggal diam. Para pelaku tersebut telah mengubah strateginya dan berfokus pada non – teknologi dan eksploitasi kerentanan manusia. Dengan demikian para pelaku siber melibatkan segala bentuk rekayasa sosial melalui berbagai platform.

Berdasarkan jumlah laporan scam di negara Singapura telah tercatat 16 persen meningkat sepanjang tahun lalu. Negara Thailand juga telah mencatat hampir 40.000 orang yang sudah menjadi penipuan jarak jauh ini. Bukan hanya itu, di Vietnam sudah banyak kasus peniruan identitas yang digunakan utnuk mengelabui pengguna dan mengeksploitasi mereka.

Keamanan Siber – Pencurian Data Pribadi

Pencurian Data Pribadi
Pencurian Data Pribadi

Para peneliti Kaspersky telah menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi banyak kasus pelanggaran data pribadi yang mana para korban tidak dapat mengidentifikasi penyerang.

Bukan hanya itu, beberapa perusahaan telah mencatat prosentase kasus peyerang data pribadi yang kian meningkat dalam dua tahun terakhir dan telah mencapai lebih dari 75 persen.

Serangan untuk industri kripto dan NFT

Tren Keamanan Siber yang Wajib Diwaspadai
Tren Keamanan Siber yang Wajib Diwaspadai

Setelah mengamati dari beberapa kasus dari serangan siber yang terjadi belakangan ini, peneliti Kaspersky menyimpulkan bahwa ke depannya akan semakin banyak gelombang serangan yang lebih mengarah pada bisnis mata uang kripto.

Bukan hanya itu, industri non – fungible token atau yang biasa disingkat NFT yang sedang berkembang pesat juga tidak akan luput dari serangan siber tersebut. Hal ini dapat dilihat bahwa fakta menunjukkan kepemilikan NFT di kawasan Asia Tenggara memiliki prosentase yang cukup tinggi.

Selain itu negara Filipina juga telah diketahui memiliki kepemilikan NFT dan aset digital tertinggi sebesar 32 persen, Thailand berada di posisi kedua yakni sebesar 26,2 persen dan negara Malaysia berada di posisi ketiga dengan besaran 23,9 persen.

Nah, itulah tren keamanan siber yang wajib diwaspadai di era digital seperti saat ini. Semoga dengan ulasan diatas Anda bisa lebih berhati – hati lagi.