Kasus Phising Bank BCA, Awas Tertipu!

Kasus Phising Bank BCA, Awas Tertipu!
Kasus Phising Bank BCA, Awas Tertipu!

Inforakyat.id – Ada cukup banyak kasus phising yang belakangan ini marak. Salah satu kasusnya yang paling populer adalah kasus phising bank BCA yang sempat sangat viral beberapa waktu lalu. Bahkan pada saat itu cukup banyak korban phising yang bertebaran.

Beberapa nasabah bahkan ada yang sampai mengalami kerugian sampai puluhan juta rupiah akibat kasus tersebut. Nasabah mengaku sempat terkecoh karena pihak pengirim yang mengaku sebagai petugas bank memberikan link yang mengharuskan nasabah mengisi sebuah data pribadinya. Lantas modus kejahatannya seperti apa sebenarnya?

Kasus Phising Bank BCA

Pelaku phising biasanya melakukan modus kejahatannya dengan cara menghubungi calon korban dan mereka mengaku sebagai petugas bank. Hal tersebut dilakukan guna mendapatkan data pribadi nasabah atau calon korban dan bisa mendapatkan akses ke rekening tabungannya.

Kasus phising bank BCA yang sempat menegangkan pada waktu itu memang menjadi salah satu kasus pembobolan yang sangat besar bahkan banyak nasabah yang mengalami kerugian karena hal tersebut. Biasanya, pelaku mengelabui calon korban dengan berbagai macam cara.

Biasanya pelaku akan memalsukan nomor telepon, chat, akun sosial media suatu perbankan dan bahkan website serta email resmi dari perbankan. Hal tersebut dilakukan untuk mengelabui calon korban dan membawa mereka masuk serta memenuhi perintah atau permintaan dari penipu.

Pelaku juga akan meminta korban memberikan beberapa informasi terkait :

Informasi perolehan undian hadiah

Biasanya pelaku akan menghubungi korban dan memberitahukan bahwa korban menang suatu program undian dan berhasil mendapatkan sejumlah uang tunai atau hadiah lewat program yang diadakan tersebut. Kemudian pemegang kartu debit atau kredit BCA akan diminta untuk menginformasikan nomor CVV atau kode OTP banknya.

Baca Juga :   55+ Link Twibbon Tahun Baru Islam 1443 H dengan Kata Ucapan

Informasi pembatalan transaksi

Pelaku biasanya akan menghubungi pemegang kartu dan memberitahukan bahwa ada sejumlah transaksi besar yang mencurigakan lewat rekening yang biasa digunakan. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesimpulan kepada otak korban agar merasa khawatir dan minta dibantu untuk menyelesaikan ‘masalah’ yang sebenarnya tidak ada itu.