Cara Tidak Kena Liquid Dalam Trading

liquid dalam trading
liquid dalam trading

Di dalam trading, entah itu trading Forex, hingga crypto sekalipun, di crypto khususnya Futures, kemungkinan besar Anda pernah mengalami yang namanya liquid atau margin call. Memang hal ini sangat menyesakkan, tetapi bagi yang tidak berpengalaman sudah pasti bingung.

Sebenarnya cara tidak kena liquid dalam trading dapat diterapkan. Dengan begitu Anda ke depannya tidak akan pernah kena liquid lagi. Karena liquid ini sangat merugikan, semua saldo Anda akan langsung habis, dan harus depo lagi.

Cara menghindari liquid dalam trading

1. Menggunakan stop loss

Masih banyak trader yang tidak mau menggunakan stop loss, katanya sih swing. Tetapi sebenarnya di dalam futures sangat beresiko. Jadi berbeda jika trading di spot.

Dengan menerapkan harga stop, ketika harga tersebut tercapai maka otomatis transaksi akan tertutup. Jadi walaupun Anda mengalami kerugian, tetapi setidaknya saldo Anda tidak menjadi nol. Khususnya jika salah ambil posisi.

Stop loss ini memang merupakan fasilitas yang disediakan oleh broker, tujuannya membantu trader dalam membatasi kerugian. Misalkan stop loss diatur setelah kerugian 20% terhitung dari harga entri.

Apalagi jika Anda mengambil posisi saat malam hari, setelahnya ditinggal tidur, sangat penting untuk menggunakan fitur stop loss ini.

Rata-rata trader yang kena liquid itu karena tidak menggunakan stop loss, dan terlalu percaya diri dengan analisa mereka. Padahal analisa ini tidak bisa 100% akurat, selalu ada resiko.

2. Tidak dapat mengatur emosi

Apabila trader mengalami kerugian, seringkali bukannya berpikir rasional, justru malah mengambil keputusan dengan basis emosi. Jadi open posisi tidak dengan analisa yang matang melainkan asal open posisi.

Justru cara seperti ini dapat menyebabkan resiko mengalami liquid atau margin call meningkat. Karenanya penting sekali mengatur emosi dalam trading, selain itu disiplin dalam menggunakan stop loss dan posisi take profit yang sudah diatur sejak awal, dan sudah dihitung menggunakan metode yang ada.

3. FOMO

Atau fear of missing out. Ketika harga sedang naik, biasanya trader yang bergabung dalam group akan termakan fomo.

Jadi fomo ini jika dijelaskan secara simpel berarti, takut ketinggalan. Apalagi jika bergabung dalam sebuah komunitas, dan harga sedang mengalami kenaikan. Biasanya member-member akan mengajak orang lain untuk membeli, karena mereka sedang memasang naik.

Hal ini menyebabkan trader yang tidak berpengalaman ikutan membeli. Padahal trader lain yang share hasil positif tersebut, sudah entry di harga bawah. Sementara kalau yang fomo justru entry ketika harga sudah tinggi.

Alhasil begitu masuk, jika harga reversal, mereka akan tetap hold karena malas cut loss. Hingga tiba-tiba harga anjlok dalam dan margin call pun terjadi.

4. Membuka posisi trading terlalu banyak

Terkadang karena seorang trader pemula sangat yakin dengan analisa mereka. Alhasil mereka pun membuka hingga beberapa posisi trading.

Tidak menjadi masalah jika memang arahnya tepat. Namun jika analisa salah dan harga bergerak berlawanan dengan posisi yang dibuka, maka floating loss pun akan terjadi.

Karena posisi trading yang dibuka lebih dari satu, nantinya trader pun harus menanggung floating loss lebih banyak dibandingkan hanya membuka 1 posisi saja.

Dengan demikian harga likuidasi pun akan semakin dekat dengan harga entri. Jika salah satu posisi menyentuh harga likuidasi maka margin call akan terjadi.

Jadi memang point keempat ini harus diperhatikan juga.